Hadith Qudsi 37 - 38


Hadith Qudsi 37

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
قَالَ اللهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَت وَ لَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ فاقْرأُوا إنْ شِئْتُمْ : فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ
رواه البخاري و مسلم والترمذي وابن ماجه

  
      
On the authority of Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him), who said that the Messenger of Allah (Peace be upon him) said: Allah said:

I have prepared for My righteous servants what no eye has seen and no ear has heard, not has it occurred to human heart. Thus recite if you wish (1): And no soul knows what joy for them (the inhabitants of Paradise) has been kept hidden (Quran Chapter 32 Verse 17).

(1) The words "Thus recite if you wish" are those of Abu Harayrah.

It was related by al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi and Ibn Majah.It was related by al-Bukhari (also by Muslim, at-Tirmidhi, and Ibn Majah).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah ﷺ, telah berfirman Allah Subhanahu wa ta’ala, “Aku telam mempersiapkan bagi hambaku yang shalih, surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia”,

abu hurairah selanjutnya berkata, maka bacalah jika kamu kehendaki: “seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk  mereka yaitu (bermacam – macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata”.[QS. As- Sajdah:17]
(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim serta Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.)


Hadith Qudsi 38

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُول اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ
لَمَّا خَلَقَ اللهُ الجَنَّةَ وَالنَّارَ أَرْسَلَ جِبْرِيْلَ إلى الجنَّةِ فَقَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَإلى مَا أَعْدَدْتُ لأهْلِهَا فِيْهَا . قَالَ: فَجَاءَهَا وَنَظَرَ إِلَيْهَا وَ إِلى مَا أَعَدَّاللهُ لأهْلِهَا فِيْهَا. قَالَ: فَرَجَعَ إِلَيْهِ قَالَ: فَوَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالمَكَارِهِ فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَيْهَا ، فَانْظُرْ إِلى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيْهَا ، قَالَ: فَرَجَعَ إِلَيْهَا ، فإِذا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالمَكَارِهِ ، فَرَجَعَ إِلَيْهِ ، فَقَالَ: وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ قَالَ: اذْهَبْ إِلى النَّارِ فَانْظُرْ إِليْها ، وإلى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِها فِيْهَا . فإذا هِي يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا ، فَرَجَعَ إِلَيْهِ ، فَقَالَ: وَ عِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أحَدٌ فَيَدْخُلَهَا . فَأَمَر بِها فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَيْهَا ، فَرَجَعَ إلَيْهَا ، فَقَالَ: وَ عِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أنْ لَا يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا
 

رواه الترمذي و قال حديث حسن صحيح و كذلك أبو داود والنسائي
  
      
On the authority of Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him), who said that the Messenger of Allah (Peace be upon him) said:

When Allah created Paradise and Hell-fire, He sent Gabriel to Paradise, saying: Look at it and at what I have prepared therein for its inhabitants. The Prophet (Peace be upon him) said: So he came to it and looked at it and at what Allah had prepared therein for its inhabitants. The Prophet (Peace be upon him) said: So he returned to Him and said: By your glory, no one hears of it without entering it. So He ordered that it be encompassed by forms of hardship, and He said: Return to it and look at what I have prepared therein for its inhabitants. The Prophet (Peace be upon him) said: So he returned to it and found that it was encompassed by forms of hardship (1). Then he returned to Him and said: By Your glory, I fear that no one will enter it. He said: Go to Hell-fire and look at it and what I have prepared therein for its inhabitants, and he fount that it was in layers, one above the other. Then he returned to Him and said: By Your glory, no one who hears of it will enter it. So He ordered that it be encompassed by lusts. Then He said: Return to it. And he returned to it and said: By Your glory, I am frightened that no one will escape from entering it.

(1) The Arabic word used here is "makarih", the literal meaning of which is "things that are disliked". In this context it refers to forms of religious discipline that man usually finds onerous.

It was related by Tirmidhi, who said that it was a good and sound Hadith (also by Abu Dawud and an-Nasa'i).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril untuk melihat neraka, dan kemudian berfirman: Lihatlah apa yang ada di dalamnya, dan kenikmatan yang Aku janjikan kepada penghuninya di dalamnya.

Rasulullah ﷺ melanjutkan: Kemudia Jibril datang ke surga dan melihat di dalamnya dan pada kenikmatan yang disiapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada para penghuninya di dalamnya, kemudian Rasulullah ﷺ mengatakan: kemudian Jibril kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, “Demi kemulyaan-Mu, tidak seorangpun yang mendengar tentangnya, kecuali akan memasukinya”.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi surga dengan perkara-perkara yang dibenci (berbagai kesulitan), kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (kepada Jibril): kembalilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan untuk para penghuninya di dalamnya. Rasulullah ﷺ melanjutkan, “kemudian kembalilah Jibril ke surga, maka ketika dia sampai di sana, benar-benar (surga) telah terlingkupi dengan berbagai kesulitan, kemudia Jibril kembali menemui Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, aku benar-benar kuatir, bahwa tidak akan seorangpun masuk ke dalamnya’.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Pergilah ke neraka, dan lihatlah di dalamnya, dan perhatikan terhadap apa yang aku persiapkan bagi para penghuninya’. kemudian ketika Jibril sampai di neraka, dia melihat neraka terdiri dari beberapa tingkatan, yang satu di bawah yang lain, kemudian dia kembali menemui Allah Subhanahu wa ta’ala dan berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, Tidak seorangpun yang mendengar tentangnya akan memasukinya’. Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan untuk menyelimuti/melingkupi Neraka dengan syahwat/kesenangan, dan kemudian berfirman kepada Jibril, ‘Kembalilah ke Neraka’, kemudian Jibril pun kembali ke Neraka, dan kemudian berkata, ‘Demi Kemulyaan-Mu, hamba benar-benar kuatir, tidak seorangpun terbebas kecuali akan memasukinya’”
(Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan beliau berpendapat hadits ini berdrajat hasan shahih begitu juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah)

Telp / WA 0852-2277-8145

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »